Tampil Impresif di Liga Inggris Wolverhampton Tak Bisa Diremehkan

Posted on

Tampil Impresif di Liga Inggris Wolverhampton Tak Bisa Diremehkan – Wolverhampton Wanderers makin solid dan tampil bagus. Di tiga laga terakhir Liga Inggris, meski pada pertandingan keempatnya atau pada pekan ke-33 Premier League, mereka harus tumbang oleh Arsenal. Kompetisi liga top Eropa telah berlangsung kembali usai ditangguhkan efek Covid-19. Saat ini, sudah memasuki pekan-pekan akhir yang nampaknya sudah terlihat siapa saja tim mana yang berpeluang besar menyabet gelar juara.

Tampil Impresif di Liga Inggris Wolverhampton Tak Bisa Diremehkan

Tampil Impresif di Liga Inggris Wolverhampton Tak Bisa Diremehkan

Tim pemburu gelar tak lepas dari tim-tim besar, yang memiliki materi mapan, berkelas dan mengoleksi pemain kelas dunia. Namun, di luar itu tak bisa dilupakan ada tim-tim kuda hitam yang menjelma menjadi batu sandungan bagi klub-klub pemburu gelar.

Tim-tim ini sebenarnya tak terlalu diperhitungkan bahkan masuk jajaran tim elit karena tak punya materi tim seglamour tim besar. Namun, penampilan mereka beberapa kali kerap menjungkalkan tim yang punya skuad lebih mumpuni. Apalagi klub yang kualitasnya sedang-sedang saja oleh mereka akan lebih mudah dihabisi.

Kejutan yang bisa dihadirkan oleh The Wolves meski berat tapi dengan materi pemain yang solid

Seperti halnya Wolverhamton Wanderers yang berhasil memenangi tiga laga pertama mereka selepas jeda akibat lockdown, mengalahkan West Ham dengan skor 2-0, menumbangkan Bornemouth 1-0 dan menghempaskan Aston Villa 1-0.

Dengan hasil itu, skuad besutan pelatih asal Portugal, Nuno Espirito Santo ini sudah tak terkalahkan di delapan laga terakhir liga dan memenangi lima laga, kekalahan terakhir mereka terjadi pada 24 Januari 2020 saat dipermalukan oleh Liverpool dengan skor 1-2 di Molineux Stadium.

Namun, sampai pada akhirnya rekor impresif The Wolves dijinakkan oleh Arsenal 0-2, kekalahan ini untuk pertama kalinya sejak restart, kebobolan satu gol di setiap babak dan gagal menjebol The Gunners di Molineux Stadium, kandang mereka sendiri. Namun, bukannya kecewa, pelatih Nuno Santo tetap positif dan ingin timnya belajar dari kesalahan mereka dengan cepat.

Sudah bukan rahasia lagi, kalau Wolverhampton sekarang menjadi kejutan di Liga Inggris. Hingga pekan ke-33 ini mereka telah meraih 13 kemenangan, 13 seri dan 7 kali kalah, hal ini menunjukkan kalau mereka emang bener-bener tim yang sangat kuat.

Meskipun Liga Inggris telah menemukan jawaranya, yakni Liverpool. Namun persaingan di papan atas untuk jatah Liga Champions masih sengit, The Wolves yang saat ini nangkring di posisi ketujuh masih memiliki kesempatan untuk tampil di kompetisi bergengsi tersebut. Dengan koleksi 52 poin The Wolves berjarak lima poin saja dari penghuni peringkat keempat atau batas akhir zona Liga Champions, Chelsea, yang telah mengumpulkan 57 angka.

Selain bersaing dengan Chelsea dan Leicester City yang nangkring di posisi ketiga, Raul Jimenez dkk juga harus tetap mewaspadai tim-tim seperti Manchester United (5) dan Tottenham Hotspur (7), untuk merebut dua tiket tersisa setelah Manchester City diperingkat kedua sudah dipastikan mengenggam tiket ke Liga Champions.

Revolusi The Wolves Ditangan Nuno Santo

Apa yang bikin Wolves segarang ini? Tentunya, berkat polesan Nuno Santo dan juga manajemen klub yang ‘sabar’ dan percaya proses tidak akan mengkhianati hasil. Kita sendiri sekarang bisa lihat dan mungkin paham gimana cara memoles klub itu ternyata gak gampang. Transfer? Musim panas kemarin Wolves tidak begitu jor-joran, bahkan jarang juga diliput sama media soal transfer keluar masuk pemain mereka. Wajar, karena Wolves masih ‘bukan siapa-siapa’.

Malahan penampilan beberapa pemain yang sebelumnya sudah menghuni skuad Wolves sejak promosi ke Liga Inggris musim 2018-2019 seperti Raul Jimenez dan Adama Traore yang paling menonjol. Sedangkan para pemain lainnya memiliki kontribusi sesuai dengan porsinya masing-masing yang nampak tak keliatan, tapi emang jadi deep squadnya. Bisa dibilang skuat Wolves ini merata dan seperti tidak ada gap antar pemain.

Sedangkan untuk pemain yang pergi di musim panas lalu bukanlah pemain kunci, nah disini lah cerdiknya Nuno Santo, manfaatin pemain yang apa adanya, konsisten dengan taktik dan tentunya keyakinan yang luar biasa tinggi. Pola 3-5-2 yang kadang bertransformasi jadi 3-4-3 sudah identik sama Wolves di dua musim terakhir ini. Mungkin, kalau kita berbicara soal shape taktik, banyak tim yang kaya gini mainnya. Contoh, klub Atalanta di Liga Italia.

Bahkan menurut saya tim Atalanta atau Wolves ini dalam gaya permainan hampir-hampir mirip lah. Nuno Santo mampu mengorkestrasi pemainnya untuk melakukan rotasi yang sangat cantik. Overloading di salah satu flank juga menjadi kekuatan Wolves kalau lagi build up attack.

Taktik seperti ini ‘hanya’ rentan dengan tim lawan yg bermain fluid counter attack dengan memanfaatkan bola-bola panjang. Sisanya? Udah jelas Wolves mendominasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *