Striker Tua Berkuasa di Tiga Liga Elite Eropa

Posted on

Striker Tua Berkuasa di Tiga Liga Elite Eropa – Pertama kalinya dalam 10 musim terakhir, striker berumur secara bersama-sama menguasai tiga liga elite Eropa. Tiga liga elite Eropa itu adalah Liga Inggris, Liga Spanyol, dan Liga Italia. Di tiga liga itu, status pencetak gol terbanyak didapatkan oleh mereka yang sudah berusia kepala tiga.

Striker Tua Berkuasa di Tiga Liga Elite Eropa

Striker Tua Berkuasa di Tiga Liga Elite Eropa

Di Liga Inggris, status pencetak gol terbanyak disabet Jamie Vardy. Striker Leicester City itu mampu mencetak 23 gol di musim 2019-2020. Vardy yang sudah memutuskan pensiun dari Timnas Inggris itu, kini sudah berusia 33 tahun.

Dalam 10 musim terakhir Liga Primer Inggris, hanya ada dua pemain berusia 30 tahun ke atas yang mampu menyabet gelar pencetak gol terbanyan. Selain Jamie Vardy ada juga Dimitar Berbatov. Berbatov mendapatkan gelar pencetak gol terbanyak di musim 2010-2011 saat berusia 30 tahun. Kala itu, penyerang asal Bulgaria tersebut, berseragam Manchester United.

Di Liga Spanyol, Lionel Messi yang sudah berusia 33 tahun menjadi pencetak gol terbanyak. Penyerang Barcelona itu mencetak 25 gol di ajang LaLiga 2019-2020. Bagi Messi, gelar pencetak gol terbanyak tersebut adalah gelar keempat secara beruntun atau ketujuh secara total.

Persaingan pencetak gol di LaLiga bisa dibilang tak terlalu kompetitif. Sebab, dalam 10 musim terakhir hanya memunculkan tiga nama pencetak gol terbanyak. Mereka adalah Lionel Messi 6 kali, Cristiano Ronaldo 3 kali, dan Luis Suarez 1 kali.

Sementara, Liga Italia belum tuntas. Tapi kemungkinan besar pencetak gol terbanyak akan disabet mereka yang sudah berumur 30 tahun ke atas. Ada dua kandidat penerima gelar pencetak gol terbanyak Liga Italia musim ini yakni Ciro Immobile dan Cristiano Ronaldo.

Khusus untuk Liga Italia memang ada keunikan tersendiri dibandingkan dua liga elite Eropa lainnya

Khusus untuk Liga Italia memang ada keunikan tersendiri dibandingkan dua liga elite Eropa lainnya

Immobile yang penyerang Lazio itu, kini sudah membuat 34 gol. Sementara, Ronaldo yang kini berseragam Juventus, telah membuat 31 gol. Romelu Lukaku yang berusia di bawah 30 tahun ada di peringkat tiga pencetak gol terbanyak sementara. Tapi Lukaku baru membuat 23 gol. Dengan dua laga sisa, sangat kecil kemungkinan Lukaku bisa menyalip Ronaldo dan Immobile.

Immobile saat ini berusia 30 tahun dan Ronaldo berusia 35 tahun. Artinya siapapun di antara keduanya yang jadi pencetak gol terbanyak, maka gelar akan diterima pemain berusia 30 tahun ke atas. Dalam 10 musim terakhir, Liga Italia paling banyak memunculkan pencetak gol terbanyak yang berumur.

Pada musim 2010-2011 Antonio Di Natale dari Udinese menyabet gelar pencetak gol terbanyak ketika berumur 33 tahun.

Pada musim 2013-2014, Luca Toni menjadi pencetak gol terbanyak di usia 38 tahun. Saat itu, Luca Toni menyabet gelar pencetak gol terbanyak bersama Mauro Icardi. Pada 2016-2017, Edin Dzeko jadi pencetak gol terbanyak ketika berusia 31 tahun. Pada musim 2018-2019, Fabio Quagliarella menjadi pencetak gol terbanyak di usia 36 tahun.

Fenomena striker tua menjadi menarik di tiga liga elite Eropa pada musim ini. Sebab, untuk pertama kalinya dalam 10 musim terakhir, puncak daftar topskor di tiga liga elite Eropa dikuasai pada pemain tua atau berumur 30 tahun ke atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *