MU Optimis Menatap Liga Champions saat Chelsea Keok di Tangan Mantan Pelatih

Posted on

MU Optimis Menatap Liga Champions saat Chelsea Keok di Tangan Mantan Pelatih – Liverpool Juara bukanlah akhir dari kompetesi Liga Inggris. Malah, kompetesi kian seru dan panas bila menimbang perebutan tiket ke Liga Champions. Secara matematis, dua tim sudah pasti berada di kompetesi Liga Champions. Liverpool dan Manchester City. Manchester City bisa saja tidak terlibat jika keputusan hukuman larangan berlaga di Liga Champions efektif pada musim depan.

MU Optimis Menatap Liga Champions saat Chelsea Keok di Tangan Mantan Pelatih

MU Optimis Menatap Liga Champions saat Chelsea Keok di Tangan Mantan Pelatih

Tempat ke-3 dan ke-4, bahkan juga tempat ke-5, menjadi perburuan tim-tim seperti Leicester City (posisi ke-3 sementara), Chelsea (posisi 4), Manchester United (posisi 5) dan Wolves (posisi 6). Perebutan ini menjadi hangat karena margin poin antara tim begitu tipis. Kalah di beberapa pertandingan sisa akan memberi ruang bagi tim lain untuk menyalib. Tidak ada jalan lain untuk mempertahankan posisi di zona liga Champions selain melalui jalan konsistensi.

Tanpa konsistensi, tempat di zona liga Champions bisa terancam. Atau juga, diambil alih oleh tim-tim lain. Salah satunya, Chelsea yang berada di tempat ke-4. Chelsea yang bermaterikan pemain muda bisa mengimbangi kekuatan pasukan Pep Guardiola. Berkat kemenangan Chelsea atas Man City, juara Liga Inggris pun jatuh ke tangan Liverpool.

Kemenangan melawan tim besar tentunya menyimpan rasa optimis. Kekuatan tim tidak bisa diragukan lagi. Siapa pun yang dihadapi tidak perlu dicemaskan. Terlebih lagi, jika menimbang situasi kompetesi. Tinggal beberapa lagi. Kemenangan mesti diraih agar posisi di empat besar tetap dipertahankan hingga akhir musim.

Kemenangan Ini Patut Diacungi Jempol Managernya

Namun, kehebatan Chelsea tidak nampak saat berhadapan dengan pasukan David Moyes. Tiga poin penuh raib. Padahal, dengan meraih tiga poin penuh, Chelsea bisa terus tetap menjaga tempat mereka di zona Liga Champions. Dengan itu pula, Chelsea bisa menjauh dari kejaran MU. Dalam pertandingan pekan ke-32, West Ham United memanfaatkan dengan baik kelengahan lini belakang Chelsea. 3 gol yang terlahir menunjukkan jika lini belakang Chelsea begitu rapuh.

Anak-anak asuh David Moyes berhasil memanfaatkan celah yang tidak ditutup baik oleh anak-anak asuh Frank Lampard. 2 gol dari kaki Willian tidak cukup menyelamatkan Chelsea dari kekalahan. Kekalahan Chelsea di tangan West Ham agak mengancam posisi mereka di posisi ke-4. Jarak antara MU (posisi 5) dan Wolves (posisi 6) hanya terpaut 2 poin. Sementara itu, masih tersisa 6 pertandingan di Liga Inggris.

Chelsea keok di tangan anak-anak asuh David Moyes. David Moyes sendiri sempat melatih MU (2013-14). Dia direkrut dari Everton. Kehadirannya di MU guna menggantikan pelatih lengendaris MU, Sir Alex Ferguson. Namun, David Moyes tidak bisa memenuhi ekspetasi yang ditinggalkan Fergusan. Sebagai akibat, David Moyes hanya bertahan semusim di MU.

Memang, kemenangan West Ham tidaklah mempunyai hubungan dengan masa lalu Moyes di MU. Tetapi berkat penampilan anak-anak asuhnya, persaingan di papan tengah dan perebutan tempat ke Liga Champions di Liga Inggris kian seru. Dengan kata lain, kemenangan anak-anak asuh Moyes memberikan rasa optimis bagi MU. Peluang untuk berada di zona liga Champions semakin lebar.

Mencermati penampilan MU semenjak jedah korona

Chelsea sepatutnya perlu berwaspada. MU menunjukkan konsistensi yang cukup gemilang. Dari 4 laga yang dilakonkan. MU berhasil menang 3 laga terakhir dan sekali seri kontra Tottenham Hotspur. Konsistensi ini menjadi salah satu kunci bagi MU untuk menggeser Chelsea dan bahkan menggeser posisi Leicester City sekalipun. Leicester City sendiri juga keok di tangan Everton. Jarak antara MU dengan Leicester city hanya terpaut 3 poin. Dengan ini pula, target Solksjaer untuk berada di tiga besar semakin nampak. Untuk mencapai tiga besar, MU tentunya harus melewati Chelsea.

Chelsea keok di tangan West Ham meniupkan angin optimis ke Old Trafford. Zona liga Champions semakin mendekat. Karena ini, kompetesi kian seru. Walau trofi sudah dikunci oleh Jurgen Klopp dan anak-anak asuhnya, Liga Inggris tetap memanaskan situasi para fans hingga akhir musim. Siapa pun yang hadir di Liga Champions musim depan, mereka adalah tim yang berhasilkan menunjukkan konsistensi mereka hingga akhir musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *