La Masia Mana Lagi Produk Berkualitasmu La Masia tak terpancar di Barcelona

Posted on

La Masia Mana Lagi Produk Berkualitasmu La Masia tak terpancar di Barcelona – La Masia, akademi yang dimiliki Barcelona itu telah menelurkan pemain jempolan. Tapi belakangan, magis lulusan La Masia tak terpancar di Barcelona. Bahkan mereka pun tenggelam ketika pergi ke klub lain. Di skuat inti Barcelona saat ini, saya melihat ada empat pemain jempolan jebolan La Masia. Sayangnya, mereka sudah berusia kepala tiga. Sebentar lagi sepertinya mereka akan benar-benar tutup buku. Ya, tak lama lagi akan tenggelam karena usia.

La Masia Mana Lagi Produk Berkualitasmu La Masia tak terpancar di Barcelona

La Masia Mana Lagi Produk Berkualitasmu La Masia tak terpancar di Barcelona

Pertama adalah Jordi Alba yang kini berusia 31 tahun. Jika melihat usianya, maka tak lama lagi akan pensiun. Namun, untuk performanya selama ini cukup bagus. Kerja samanya dengan Messi sering berbuah gol. Dikutip transfermrkt, musim ini, Alba membuat tiga gol dan empat assist. Sebenarnya, Alba tak murni lulusan akademi Barcelona. Sebab, di masa junior dia pindah pindah klub. Tapi tak apa kalau diklaim sebagai alumni Barcelona junior.

Kedua adalah Sergio Busquets yang kini berusia 32 tahun. Dalam beberapa kesempatan sudah terlihat bahwa Busquets memang tak muda lagi. Imbasnya, dia tak bermain penuh 90 menit dalam beberapa laga. Usia Busquets yang sudah kepala tiga sepertinya memang sebentar lagi akan meredup. Ketiga adalah bek Gerard Pique yang kini berusia 33 tahun. Dia jelas sudah tidak muda lagi. Di Timnas Spanyol, Pique sudah pensiun.

Dengan usia 33 tahun gerak Pique memang tidak seperti dahulu

Keempat tentu saja Lionel Messi. Sampai saat ini Messi masih bisa menjelaskan posisinya sebagai pemain terbaik dunia. Namun, usianya sudah 33 tahun. Dari segi usia, tak lama lagi Messi turun dari level puncak. Selain empat pemain itu, memang masih ada nama-nama lulusan La Masia di Barcelona. Misalnya saja pemain serba bisa Sergo Roberto. Namun, kelas Roberto yang kini berusia 28 tahun, tak sehebat empat nama di atas.

Sementara pemain muda Barcelona didikan La Masia belum ada yang bersinar terang. Ansu Fati masih sebatas calon. Lagipula dia masih sangat muda karena 17 tahun. Riqui Puiq juga belum terlihat hebat. Jika melihat Barcelona saat ini, terlihat bagaimana regenerasi berhenti. Regenerasi yang dimaksud adalah alumi La Masia. Saat ini saja, ketika Messi, Pique, Alba, Busquets sudah kepala tiga, belum ada pemain La Masia yang bisa menggantikan mereka.

Imbasnya, alih-alih menggunakan alumni La Masia, Barcelona memakai produk luar seperti de Jong. Tak masalah sebenarnya jika memakai pemain luar. Tapi, hal itu akan menegaskan secara tak langsung bahwa La Masia tak seperti dulu. Mungkin bisa jadi ada tiga kendala yang didapatkan La Masia. Pertama adalah bakat. Misalnya mereka tak memiliki pemain berbakat seperti Messi atau Xavi. Bakat para pemain La Masia tak sehebat dulu.

Kedua mungkin pengasahan. Bisa jadi pengasahan tak maksimal. Tapi ini sangat menjadi kasus internal Barcelona. Hanya mereka yang paham apakah ada pengasahan yang berbeda antara dulu dengan sekarang. Yang ketiga adalah kesempatan. Tapi mereka tak memiliki kesempatan lebih. Misalnya saja Giovanni Dos Santos dan Bojan Krkic.

Ada beberapa pemain lulusan La Masia yang sebenarnya cukup bagus

Dua pemain itu kalau saya lihat cukup menjanjikan. Namun, mereka sedikit mendapatkan kesempatan. Imbasnya mereka pun pergi ke klub lain. Mungkin karena aura klub lain beda dengan Barcelona, mereka pun kesulitan beradaptasi. Kalau Giovanni agak mendingan karena setelah lepas dari Barcelona dia masih jadi andalan Meksiko. Sekalipun di level klub, dia tak lagi istimewa. Tapi Bojan sangat menyedihkan.

Pergi ke beberapa klub, tapi tak bisa berkembang. Padahal usianya masih muda saat keluar dari Barcelona. Kini di usia 29 tahun, Bojan bermain di Montreal Impact, Liga Sepak Bola Amerika. Tapi di Montreal Impact pun tak banyak bermain. Tahun lalu, dia hanya bermain delapan kali. Sungguh potensi yang akhirnya terbuang sia-sia. Maka, memberi kesempatan pemain muda itu cukup penting.

Salah satu ajang yang bisa digunakan Barcelona untuk mengasah dan memainkan pemain muda adalah Copa del Rey. Saya pribadi menilai, klub seperti Barcelona tak perlu terlalu berambisi dengan trofi Copa del Rey. Gunakan saja para pemain muda berkelas di ajang Copa del Rey. Harapannya tentu mereka semakin matang dan bisa menggantikan para pemain yang sudah sepuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *